Minggu, 03 Maret 2019

GELIS (Gerakan Literasi Ciamis)

GELIS

Gerakan Literasi ciamis lahir dari sebuah keresahan mahasiswa ciamis yang memandang bahwa budaya literasi nyaris lenyap.
Budaya literasi hari ini dapat dikatakan cenderung mandul khususnya di ciamis. Budaya literasi sebagai salah satu instrumen fundamental yang bersifat parsial sebagai formula mujarab menjawab segala persoalan ditengah budaya mahasiswa yang semakin acak.
Kesadaran mahasiswa akan pentingnya buku dan diskusi sudah hilang.
Kegiatan membaca dan diskusi bahkan seolah dinajiskan, sementara Mahasiswa yang dilabeli kaum intelektual dan kaum terdidik mempunyai beban yang amat berat untuk menyelesaikan anomali pendidikan, dan menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa hari ini untuk merangsang kembali kemampuan cara berfikir, mempertajam analisis dan memperbanyak literatur bacaan, sehingga mahasiswa yang notabene intermediate actor mempunyai porsi cukup besar untuk berbicara banyak di tengah-tengah permasalahan ini.
Mahasiswa kemudian menjadi penengah antara rakyat dan penguasa.

Melihat hal tersebut, dipandang perlu untuk membuat sebuah ruang yang menaungi ragam organisasi untuk melakukan sebuah kajian mendalam terkait banyaknya persoalan di kabupaten ciamis.

GELIS sendiri hadir dari  sebuah dialektika gagasan berbagai elemen mahasiswa  berbagai perguruan tinggi se-seantro ciamis yang kebetulan mewakafkan diri dalam organisasi eksternal dan Internal kampus, antara lain PMII, GMNI, IMM, HIMA PERSIS, BEM UNIVERSITAS GALUH, BEM STAI AL-MAARIF CIAMIS, BEM STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS.

Gelis sendiri intens membedah berbagai dimensi persoalan, dari mulai Agama, Politik, Budaya, Filsafat dll.
Para pendiri gelis yakin, bahwa Keragaman harus dikedepankan sebagai anugerah Tuhan yang patut di syukuri untuk kemudian menjadi sebuah refleksi, bukan diabaikan apalagi sampai disingkir jauhkan.
Maka Gelis adalah ruang yang tepat bagi siapapun yang berlabel manusia.

Gelis hadir setiap malam sabtu dari pukul 19.00-22.00.
Membaca buku Satu jam dan diskusi 2 jam. Karena tujuan Gelis adalah merangkul semua dan ber-ikhtiar menyadarkan semua. Kegiatan Gelis bersifat nomaden kolektif, dimana dari satu Minggu ke minggu lainnya, Gelis akan menyambangi setiap perguruan tinggi yang ada di ciamis, sekretariat-sekretariat Organisasi, kost-kost'an dan juga ruang-ruang publik.
Harapannya Gelis menjelma menjadi sebuah magnitudo gerakan literasi, yang kemudian message yang menjadi asas gerakan intelektual kesadaran Gelis secara serta merta dapat tercerna secara utuh oleh khalayak.

Salahsatu pendiri gelis berkata, Gelis Adalah Oase ditengah tandusnya kesuburan akal.

GELIS (Gerakan Literasi Ciamis)

GELIS Gerakan Literasi ciamis lahir dari sebuah keresahan mahasiswa ciamis yang memandang bahwa budaya literasi nyaris lenyap. Budaya lit...